Selasa, 11 Januari 2011

ARTI PENDAPATAN NASIONAL

ARTI PENDAPATAN NASIONAL

Setiap negara pasti menginginkan pendapatan nasionalnya meningkat agar dapat meningkatkan kemakmuran. Besarnya pendapatan setiap negara pasti berbeda-beda.
Rounded Rectangle: Perusahaan
Oval: Output Barang dan Jasa

Pengeluaran

 
Oval: Pendapatan
Flowchart: Preparation: Rumah
Tangga
 










Dari bagan di atas digambarkan bahwa kegiatan ekonomi suatu negara dimulai saat perusahaan melakukan kegiatan produksi yang menghasilam output berupa barang dan jasa, jumah seluruh barang dan jasa yang diproduksi perusahaan suatu Negara dalam satu tahun disebut output nasional atau produk nasional.
Selanjutnya perusahaan akan menjual barang dan jasa yang sudah diproduksinya pada rumah tangga. Untuk membeli barang dan jasa tersebut rumah tangga harus melakukan pengeluaran.
Dari hasil pengeluaran barang dan jasa perusahaan harus membayar pada rumah tangga sebagai balas jasa terhadap faktor-faktor produksi yang sudah digunakan dalam proses prosuksi. Dengan demikian rumah tangga akan menerima pandapatan. Jumlah seluruh pendapatan yang diterima rumah tangga sebagai balas jasa factor-faktor produksi dalam jangka satu tahun disebut pendapatan nasional.
Jadi hubungan antara output nasional, pengeluaran nasional, dan pendapatan nasional dapat ditulis sebagai berikut :
Octagon: Output (produk) Nasional = Pengeluaran Nasional = Pendapatan Nasional
 



Dengan demikian pendapatan nasional dapat dilihat dengan tiga pendekatan, yaitu pendekatan nilai produksi, pendeketan pengeluaran dan pendekatan pendapatan.
Karena ada tiga macam pendekatan dalam melihat pendapatan nasional maka pendapatan nasional mempunyai tiga arti yaitu sebagai berikut :
1.      Nilai semua barang dan jasa (output) yang dihasilkan pada suatu negara selama satu tahun.
2.      Jumlah semua pengeluaran yang terjadi pada suatu Negara untuk membeli barang dan jasa selama satu tahun
3.      Jumlah semua pendapatan yang diterima pemilik faktor produksi sebagai balas jasa penggunaan faktor-faktor produksi pada suatu negara selama satu tahun.

Untuk memahami lebih rinci tentang pendapatan nasional berikut ini akan dibahas konsep pendapatan nasional.

Konsep Pendapatan Nasional
1.      PDB/GDP (Gross Domestic Product) dan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto)
PDB merupakan jumlah produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produki dalam suatu negara dalam satu tahun. Termasuk juga barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Pengertian ini sering disebut “konsep kewilayahan”. Bagaimana dengan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh tingkat wilayah, provinsi maupun kabupaten/kotamadya digunakan produk regional bruto (PDRB). PDRB merupakan sebagian dari PDB sehingga perubahan yang terjadi ditingkat regional dan berpengaruh terhadap PDB atau sebaliknya. PDRB dapat menggambarkan kamampuan suatu daerah mengelola sumber daya alam yang dimilikinya. Oleh karena itu besarnya PDRB yang dihasilkan oleh masing-masing provinsi sangat tergantung kepada potensi sumber daya alam dan faktor produksi daerah tersebut. Adanya keterbatasan dalam penyediaan faktor-faktor tersebut menyebabkan besarnya PDRB bervariasi antar daerah.
Besarnya nilai PDB dan PDRB dapat ditentukan atas dasar harga yang berlaku dan harga konstan. PDB/PDRB atas dasar harga yang beraku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku disetiap dan tahun dan dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi. Sedangkan PDB/PDRB atas dasar harga konstan menunjukan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung dengan menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar dan dapat digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.


 Coba anda perhatikan contoh table PDRB berikut!
Tabel pertumbuhan PDRB Kabupaten Bantul
Menurut harga konstan tahun 1993 dan harga berlaku tahun 2000-2004
No
Tahun
Harga Berlaku
Harga Konstan
Nilai (Juta Rp)
Pertumbuhan
Nilai (Juta Rp)
Pertumbuhan
1
2
3
4
5
2000
2001
2002
2003
2004
2.259.481
2.504.224
2.784.440
3.069.695
3.607.848
12,65%
10,83%
11,09%
10,23%
17,53%
645.718
871.970
900.769
937.611
987.037
1,06%
3,10%
3,30%
3,73%
4,96%

Dengan melihat data perkembangan PDRB tersebut maka berdasarkan harga constant. PDRB pada tahun 2000 mengalami pertumbuhan sebesar 1,06%. Pada tahun 2001 meningkat menjadi 3,10% dan tahun 2002 meningkat lagi menjadi 3,30%. Selanjutnya pada tahun 2003 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantul mencapai 3,73% berlanjut pada tahun 2004 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantul mencapai 4,96%.
Hal ini mengandung makna bahwa produksi barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun 2004, jumlahnya semakin meningkat dibandingkan produksi tahun 2003, dan menggambarkan pula bahwa kegiatan dan iklim perekonomian di Bantul semakin membaik (tren positif) sejak tahun 2000 hingga akhir tahun 2004. Sedangkan berdasarkan harga berlaku pertumbuhan PDRB Kabupaten Bantul selama lima tahun terakhir (2000 – 2004) mengalami peningkatan rata-rata sebesar 12,47% per tahun.
2.      Produksi Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP)
PNB merupakan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk warga negara suatu negara yang tinggal di dalam negeri maupun yang ada di luar negeri. Pengertian ini sering disebut”konsep kewarganegaraan”
Konsep PDB atau PNB digunakan sebagai tolok ukur tingkat kemajuan ataupun kemunduran perekonomian suatu Negara. Untuk memperluas perbedaan konsep ini coba perhatikan gambar berikut.
 


PDB/GDP
 







Karena perbedaan dalam perhitungan maka nilai PNB dan PDB juga berbeda, tergantung pada kondisi perekonomian makro suatu negara. Biasanya untuk negara berkembang seperti Indonesia nilai PDB lebih besar dari pada nilai PNB. Hal ini disebabkan oleh perbedaan nilai pendapatan dari faktor produksi warga negara Indonesia yang ada di luar negeri dengan nilai pendapatan faktor produksi milik warga negara asing di dalam negeri. Selisih nilai pendapatan faktor produksi milik dalam negeri di luar negeri dengan nilai pendapatan faktor poduksi milik warga negara asing di dalam negeri disebut “net faktor income a broad” (pendapatan neto dari luar negeri). Sebaiknya bagi warga Negara maju yang memiliki investasi di luar negeri misalnya dalam bentuk perusahaan multinasional nilai PNB lebih besar dari pada PDB, dengan demikian hubungan PNB dan PDB dapat ditulis sebagai berikut.
Rounded Rectangle: PDB = PNB –Net Factor Income from a Broad
 



3.      NNP atau produk nasional bersih
NNP merupakan jumlah nilai jasa yang dihasilkan oleh masyarakat dalam periode tertentu. Biasanya satu tahun setelah dikurangi penyusutan barang modal. Dengan demikian perhitungan NNP sebagai berikut
Rounded Rectangle: NNP = GNP – (penyusutan barang)
 


4.      NI atau pendapatan nasional
NI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dalam periode tertentu, biasanya satu tahun, setalah dikurangi pajak tidak langsung. NI dapat dirumuskan :
Rounded Rectangle: NI = NNP – Pajak tidak langsung
 


5.      PI atau pendapatan perseorangan
PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dan benar-benar sampai ke tangan masyarakat. PI dapat dirumuskan
Rounded Rectangle: PI = (NI + transfer payment) – iuran jaminan sosial + iuran asuransi + laba ditahan + pajak perseorangan
 



Transfer payment termasuk pendapatan pribadi bunga pinjaman negaradan bunga atas pinjaman konsumen.


6.      DI atau Diposable Income
DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang siap dibelanajakan penerimanya. Oleh karena itu DI dirumuskan sebagai berikut :
Rounded Rectangle: DI = PI – pajak langsung
 




Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
Definisi pendapatan nasional ditinjau dari tiga pendekatan (produksi, pendapatan, dan pengeluaran) yaitu sebagai berikut :
1.      Pendekatan Produksi
Pendekatan produksi adalah uatu cara perhitungan pendapatan nasional dengan cara mengalikan jumlah produksi (barang dan jasa) yang dihasilkan oleh berbagai lapangan usaha dengan tingkat harga pasar yang berlaku selama 1 tahun, yang hasil totalnya disebut produk Domestik Bruto (PDB).
Nilai tambah adalah nilai yang dihasilkan oleh setiap faktor produksi dalam perekonomian.
Contoh :
Sektor
produksi
Nilai hasil produksi
Nilai barang yang dibeli
Nilai tambah
Pertanian
Perusahaan
Gandum   Rp 1.000,00/kg
Roti          Rp 5.000,00/kg (1)
-
Rp 1.000,00/kg
Rp  1.000,00
Rp 4.000,00

                 Rp 6.000,00      (2)

Rp 5.000,00 (3)

Keterangan
  1. Nilai produk akhir yaitu sebungkus roti seharga Rp 5.000,00
  2. Jumlah nilai produksi kotor
  3. Total nilai tambah yang hasilnya sama dengan nilai produk akhir
Tujuan perhitungan dengan menggunakan total nilai tambah .
  1. Untuk mengetahui beberapa sumbangan produsen dri masing-masing faktor produksi terhadap prosukdi nasional
  2. Agar tidak terjadi adanya pembukuan ganda
2.      Pendekatan pendapatan
pendekatan pendapatan adalah suatu cara penghitung pendapatan nasional dengan cara menghitung jumlah pendapatan dari selutuh warga masyarakat pemilik faktor-faktor produksi seperti: pemilik faktor-faktor produksi, tanah, modal, tenaga kerja, dan kewirausahaaan selama 1 tahun. Penjumlahan dari pendapatan tersebut dinamakan pendapatan nasional atau produk nasional menurut harga faktor. Secara matematis pendapatan nasional yang didistribusikan kepada seluruh anggota masyarakat sebagai pemilik faktor-faktor produksi, komponennya dituliskan sebagai berikut:
National income = Wages (upah/gaji)+Rent (sewa)+Interest (bunga/modal)+profit (laba kewirausahaan) atau dituliskan dengan symbol sebagai berikut:
Rounded Rectangle: PDB = C + I + G + (X-M) atau Y + C +I + G + (X-M)
 


Keterangan:       PDB         : Produk domestik Bruto           G         : pemerintah
                          C             : konsumsi                                X         : ekspor
                           I              : investasi                                  M         : impor

Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional
Manfaat mempelajari besarnya pendapat nasional, antara lain sebagai berikut.
1.      Mengikuti setruktur perekonomian
Data pendapatan nasional digunakan untuk mengetahui golongan perekonomian suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau jasa. Apabila suatu negara sektor industrinya merupakan bagian yang paling dominan dari pendapatan nasional, berati negara tersebut struktur perekonomiannya adalah adalah industri, tetapi apabila yang dominan adalah sektor pertaniannya maka struktur perekonomiannya adalah pertanian.
2.      Mengetahui tingkat kemakmuran
Mengetauhi kemakmuran suatu negara sangatlah penting karena kemakmuran adalah tujuan setiap negara. Kemakmuran suatu negara tidak dapat tercermin dari pendapatan nasional itu sendiri, akan tetapi harus juga diperhatikan besarnya jumlah penduduk yang bertempat dalam negara tesebut. Dengan membagi jumlah penduduk pendapatan nasional dengan jumlah penduduk dalam negara tersebut kita memperolrh pendapatan per kapita, yaitu pendapat rata-rata yang diterima oleh tiap-tiap negara. Dari besarnya pendapatan per kapita kemakmuran suatu negara dapat diketahui.
3.      Mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi
Data pendapatan nasional dibuat setiap tahun sehingga dapat dilakukan dengan membandingkan pendapatan nsionalnya dari tahun ke tahun akan dapat dijadikan alat penilaian perkembangan ekonomi suatu negara.
4.      Merumuskan kebijakan pemerintah dan perencanaan pembangunan
Pendapatan nasional digunakan sebagai dasar menyusun perencanaan kegiatan ekonomi di masa yang akan datang, karena pendapatan nasional dihitung sepanjang waktu, sehingga kondisi perekonomian dapat dibandingkan dari waktu ke waktu dan kondisi masa lalu dapat digunkan sebagai dasar untuk menentukan kebijakan ekonomi dimasa yang akan datang.
5.      Mengetahui perbandingan kemajuan perekonomian antarnegara
Kemajuan pertumbuhan ekonomi antarnegara tidak sama. Hal ini disebabkan  pendapatan nasional tidak sama. Data perhitungan pendapatan nasional dapat dibandingkan perekonomian suatu negara  dan dapat digunakan untuk membandingkan perekonomian suatu daerah dengan daerah lain. Perhitungan ini dapat digunakan sebagai tolok ukur perekonomian apakah negara tersebut termasuk negara maju atau negara sedang berkembang.

Membandingkan PDB dan Pendapatan Per Kapita Indonesia dengan Negara Lain.
Adanya kenaikan dalam pendapatan nasional maupun pendapatan per kapita biasanya dipakai sebagai indikator keberhasilan pembangunan suatu bangsa atau negara. Berdasarkan PDB suatu negara bisa menunjukan tingkat produktivitas masyarakat tersebut dalam menghasilkan barang dan jasa. Berikut tabel PDB Indonesia dibandingkan bnegara lain sebagai berikut.

Tabel PDB antarnegara tahun 2005
  Negara
GDB (Juta US$)
Amerika Serikat
Jepang
Indonesia
Thailand
Singapura
12.438.873
4.799.061
284.072
174.545
116.326
Dari tebel diamping, PDB Indonesia lebih besar dari pada PDB Singapura, tetapi belum tentu pendapatan per kapita Indonesia lebih besar  daripada Singapura, karena jumlah penduduk  Indonesia lebih besar dari pada Singapura.










Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut ini.
Pendapatan Per Kapita tahun 2007
Negara
Pendapatan Per Kapita (US$)
Amerika Serikat
Jepang
Indonesia
Thailand
Singapura
45.790
34.254
1.918
3.851
35.160
Dari tabel disamping, terlihat bahwa Indonesia tergolong negara yang berpendapatan rendah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendapatan nasional belum tentu mempengaruhi pendapatan per kapita suatu negara, karena dalam menentukan pendapatan per kapita suatu negara juga dipengaruhi oleh jumah penduduk.

Indeks Harga dan Inflasi
1.      Pengertian indeks harga dan inflasi
Indeks harga adalah angka yang dapat dipakai untuk memperlihatkan perubahan mengenai harga-harga barang, baik harga untuk satu macam barang atau beberapa macam barang. Di Indonesia, lembaga yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah Badan Pusat Statistik (BPS). Indek Harga Konsumen (IHK) adalah ukuran keseluruhan biaya yang harus dibayar oleh seorang konsumen untuk mendapatkan berbagai barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Untuk menghitung indeks harga ada dua, yaitu cara tertimbang dan cara sederhana. Cara tertimbang, meliputi Indeks Las Peyres, Indeks Pasche, dan indeks Fisher.  Sedangkan cara sederhana dilakukan dengan cara menjumlahkan hgarga barang dan jasa setiap tahun dibagi harganya pada tahun dasar.
1)      Indeks Las Peyres
Indeks harga dihitung dengan cara menjumlahkan harga barang dan jasa setelah dikalikan dengan kuantitasnya setiap tahun. Secara umum dirumuskan sebagai berikut.
Rounded Rectangle: L =
 




Keterangan:
L   = Indeks Las Peyres
Pn  = Indeks harga barang tahun perhitungan
Po   = Harga barang dan jasa tahun dasar (Base year)
Qo  = Jumlah barang dan jasa pada tahun dasar
Tahun dasar merupakan tahun basis yang digunakan sebagai dasar perhitungan perubahan harga yang biasanya diberi nilai 100. pada tahun berikutnya, apabila indeks lebih besar dari 100 berarti terjadi penurunan harga.
Contoh:
Diketahui beras pasa tahun dasar adalah Rp40.00,00/kg dan jumlah yang diberi rata-rata perbulan 50 kg. Harga beras pasa tahun pencatatan adalah Rp4.000,00/kg
Ditanya:
Hintunglah indeks harga beras tersebut!
Jawab:
Dengan menggunkan angka indeks Las peyres

L =
Hasil perhitungan tersebut menunjukan bahwa sejak tahun dasar, harga beras mengalami kenaikan 10 % (110% - 100 %)
2)      Cara sederhana
Dalam menghitung indeks harga dengan cara sederhana menggunakan rumus sebagai berikut
Rumus untuk menentukan indeks harga konsumen

IHK=

Artinya, pada tahun 2004 terjadi kenaikan harga 60 %. Setelah menghitung indeks harga konsumen pada periode ke periode lainya, maka kita akan membandingkan indeks harga konsumen tersebut yang hasilnya disebut dengan laju inflasi dapat dicari dengan rumus:

Contoh:
Daftar harga beras pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2009 adalah sebagai berikut:
Tahun 2007 = Rp5.000,00
Tahun 2008 = Rp5.600,00
Tahun 2009 = Rp6.200,00
Berdasarkan data diatas
a)      Hitung indeks harga konsumen!
b)      Hitung laju inflasi tahun 2008 dan tahun 2009 dengan tahun 2007!
Jawab:




2.      Macam Inflasi
Inflasi dapat dibbedakan berdasarkan laju pertumbuhan IHK. Laju inflasi digolongkan menjadi empat jenis.
  1. Inflasi ringan, yaitu inflasi dengan laju kurang dari 10 % per tahun
  2. Inflasi sedang, yaitu inflasi dengan laju antara 10 % - 30 % per tahun
  3. Inflasi berat, yaitu inflasi yang mencapai laju 30 % - 100 % per tahun
  4. Hiperinflasi, yaitu kondisi terparah dimana laju inflasi berada diatas 100% per tahun.
macam inflasi dilihat dari penyebabnya, yaitu inflasi permintaan, inflasi penawaran, dan inflasi spiral.
3.      Cara mengatasi inflasi
  1. kebijakan moneter
cara-cara mengatasi inflasi dengan kebijakan moneter, misanya menaikkan cash ratio, politik pasar terbuka, menaikkan tingkat bunga bank.
  1. kebijakan fiskal
ada tiga aspek dari kebijakan fiskal, yaitu penurunan pengeluaram pemerintah, manaikkan pajak, mengadakan pinjaman pemerintah.
  1. Kebijakan bukan moneter dan fiskal, yaitu menambah hasil produksi dan menjaga kesetabilan tingkat upah.